Tujuan Campaign Rotator
Campaign rotator adalah link utama yang akan dibuka oleh calon pelanggan. Dari link tersebut, sistem akan menentukan admin atau tujuan yang menerima traffic.
Contoh URL campaign:
https://link.rotator.biz.id/promo-mei
Saat calon pelanggan membuka link tersebut, sistem dapat mengarahkan pengunjung ke salah satu admin WhatsApp sesuai pengaturan campaign.
Langkah Membuat Campaign
Untuk membuat campaign rotator, ikuti langkah berikut:
- Login ke dashboard Rotator.Biz.Id.
- Buka menu
Campaign Rotator. - Klik tombol tambah campaign.
- Isi judul campaign.
- Pilih domain yang ingin digunakan.
- Isi slug URL, misalnya
promo-mei. - Pilih admin campaign.
- Atur bobot admin jika diperlukan.
- Isi template chat jika ingin menggunakan pesan WhatsApp otomatis.
- Aktifkan tracking atau anti bot jika diperlukan.
- Klik simpan.
Setelah campaign disimpan, sistem akan membuat URL campaign yang bisa digunakan untuk iklan, bio, website, landing page, atau media sosial.
Penjelasan Kolom Penting
Judul Campaign
Judul campaign adalah nama internal yang digunakan untuk memudahkan user mengenali campaign di dashboard.
Contoh judul campaign:
- Promo Mei
- Iklan TikTok Skincare
- Leads Perumahan Bandung
Gunakan judul yang jelas agar campaign mudah ditemukan, terutama jika user memiliki banyak campaign.
URL Campaign
URL campaign terdiri dari domain dan slug.
Contoh:
- Domain:
link.rotator.biz.id - Slug:
promo-mei - Hasil URL:
https://link.rotator.biz.id/promo-mei
Gunakan slug yang pendek, mudah dibaca, dan relevan dengan campaign.
Disarankan slug hanya berisi:
- Huruf kecil.
- Angka.
- Tanda hubung.
Contoh slug yang baik:
promo-meiiklan-skincareleads-bandungdaftar-paket
Hindari slug yang terlalu panjang, sulit dibaca, atau menggunakan karakter aneh.
Admin Campaign
Admin campaign adalah tujuan yang akan menerima traffic dari link campaign. Biasanya admin campaign berupa admin WhatsApp.
User dapat memilih satu atau beberapa admin untuk dimasukkan ke dalam campaign. Saat link campaign dibuka, sistem akan menentukan admin mana yang menerima pengunjung sesuai mode distribusi dan pengaturan bobot.
Pastikan admin yang dipilih sudah aktif dan nomor WhatsApp yang digunakan benar.
Bobot Admin
Bobot admin digunakan untuk menentukan peluang admin menerima traffic.
Jika semua admin memiliki bobot yang sama, traffic akan dibagi relatif seimbang.
Contoh:
- Admin A bobot 1
- Admin B bobot 1
Dengan pengaturan tersebut, peluang Admin A dan Admin B menerima traffic relatif sama.
Contoh lain:
- Admin A bobot 3
- Admin B bobot 1
Dengan pengaturan tersebut, Admin A akan menerima traffic lebih banyak dibanding Admin B.
Bobot admin berguna jika ada admin yang memiliki kapasitas lebih besar, jam kerja lebih panjang, atau kemampuan follow up lebih tinggi.
Mode Distribusi
Random
Mode random membuat sistem memilih admin secara acak berdasarkan bobot yang sudah ditentukan.
Mode ini cocok untuk traffic iklan yang datang tidak beraturan, misalnya dari Meta Ads, TikTok Ads, Google Ads, atau campaign harian.
Jika menggunakan bobot, admin dengan bobot lebih besar memiliki peluang lebih tinggi untuk menerima traffic.
Sequential
Mode sequential membuat sistem membagi traffic secara bergiliran.
Mode ini cocok jika user ingin pembagian traffic terlihat lebih rapi dan berurutan antar admin.
Contoh alur sederhana:
- Pengunjung pertama diarahkan ke Admin A.
- Pengunjung kedua diarahkan ke Admin B.
- Pengunjung ketiga diarahkan ke Admin C.
- Setelah itu sistem kembali lagi ke Admin A.
Mode ini cocok untuk tim yang ingin pembagian leads terasa lebih merata secara giliran.
Preview Campaign
Gunakan tombol preview untuk mengecek URL campaign sebelum link dipasang ke iklan atau dibagikan ke publik.
Preview sebaiknya digunakan untuk memastikan:
- URL campaign bisa dibuka.
- Slug sudah benar.
- Admin tujuan sudah sesuai.
- Template chat tampil dengan benar.
- Link tidak error.
- Pengaturan campaign berjalan sesuai kebutuhan.
Preview juga sebaiknya digunakan agar proses pengecekan tidak mengacaukan data analitik utama.
Praktik Terbaik
Agar campaign berjalan lebih aman dan optimal, perhatikan beberapa praktik terbaik berikut:
- Jangan memakai kata yang berpotensi melanggar kebijakan platform iklan.
- Jangan memakai URL tujuan yang mencurigakan.
- Pastikan semua admin aktif sebelum campaign dipasang ke iklan.
- Gunakan slug yang singkat, jelas, dan mudah dibaca.
- Gunakan custom domain agar link terlihat lebih profesional.
- Uji campaign terlebih dahulu sebelum digunakan untuk iklan.
- Pastikan template chat tidak terlalu panjang dan mudah dipahami calon pelanggan.
- Periksa kembali pengaturan bobot admin sebelum campaign dijalankan.
- Gunakan mode distribusi yang sesuai dengan kebutuhan tim.
- Pantau performa campaign secara berkala.

